Mukadimah
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Dialah yang menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, dan mengutus Nabi Muhammad ﷺ sebagai rahmat bagi seluruh alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada beliau, keluarga, sahabat, serta umatnya yang setia memegang sunnah hingga akhir zaman.
Saudaraku seiman, kita hidup di zaman yang penuh dengan kemajuan luar biasa di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan. Salah satu bentuk kemajuan itu adalah Artificial Intelligence (AI) — kecerdasan buatan yang mampu meniru kemampuan berpikir manusia, bahkan melampauinya dalam kecepatan dan daya analisis.
Namun di balik kemajuan ini, umat Islam harus menyadari bahwa fitnah besar telah mendekat, sebagaimana yang telah Rasulullah ﷺ kabarkan: munculnya Dajjal, penipu terbesar yang akan mengguncang iman manusia.
---
1. Kemajuan AI di Tahap Akhir
Saudaraku, Allah berfirman:
> “Dan apabila diperlihatkan kepadamu hal-hal yang menakjubkan, janganlah kamu kagum terhadapnya. Sesungguhnya yang menakjubkan itu hanyalah tipu daya setan.”
(QS. Al-An’am: 112, makna diparafrasekan)
Kemajuan AI kini telah mencapai tahap yang luar biasa. Mesin dan algoritma bisa menciptakan gambar, suara, bahkan manusia palsu yang tidak pernah ada di dunia nyata. Teknologi ini disebut deepfake — sistem yang mampu meniru wajah dan suara seseorang dengan tingkat keaslian yang hampir sempurna.
Fenomena ini membuat manusia mudah tertipu oleh hal-hal yang tampak nyata, padahal hanyalah rekayasa digital. Bukankah ini mirip dengan apa yang Rasulullah ﷺ kabarkan tentang Dajjal yang mampu menipu manusia dengan hal-hal yang ajaib dan mustahil secara logika?
Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Tidaklah muncul fitnah yang lebih besar daripada fitnah Dajjal. Para nabi sebelumku telah memperingatkan umatnya akan hal itu.”
(HR. Muslim)
Kita dapat melihat tanda-tanda itu mulai tampak. Manusia menjadi sangat bergantung kepada teknologi, mempercayai apa yang dilihat di layar lebih daripada kebenaran wahyu. Maka hati-hatilah, sebab AI bisa menjadi sarana fitnah, alat yang menipu pandangan dan perasaan, dan menguji keimanan manusia.
---
2. Tipu Daya Dajjal Secara Visual dan Audio
Dajjal digambarkan dalam hadis memiliki kemampuan luar biasa untuk mempengaruhi pandangan manusia. Di masa kini, tipu daya semacam itu bisa muncul melalui teknologi yang meniru keajaiban. AI mampu membuat seseorang muncul seolah-olah berbicara padahal hanya rekayasa suara dan gambar.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Dajjal akan datang membawa surga dan neraka, tetapi yang dikatakannya surga sebenarnya adalah neraka.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Begitulah tipu daya visual dan audio di akhir zaman. Banyak orang akan percaya kepada kebohongan yang terlihat indah, seperti berita palsu, video manipulasi, dan propaganda digital. Itulah sebabnya umat Islam harus menilai segala sesuatu dengan iman dan ilmu, bukan hanya dengan mata dan telinga.
Allah memperingatkan dalam Al-Qur’an:
> “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya; sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan diminta pertanggungjawabannya.”
(QS. Al-Isra: 36)
---
3. Boikot Pangan dan Air oleh Penguasa Zalim
Dalam hadis disebutkan bahwa di masa Dajjal, bumi akan dilanda kekeringan dan kelaparan. Hujan tidak turun, tanah tidak menumbuhkan tanaman, dan air menjadi barang langka. Namun bagi orang-orang yang mengikuti Dajjal, ia akan menyediakan rezeki dan kemudahan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Dajjal akan datang membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Ia akan berkata kepada orang, ‘Jika kamu percaya kepadaku, aku akan memberimu rezeki.’ Dan barang siapa yang menolak, maka akan dibiarkannya kelaparan.”
(HR. Ahmad, disahihkan oleh Al-Albani)
Fenomena ini sangat relevan dengan zaman modern. Kita melihat penguasaan global terhadap pangan dan air sudah menjadi alat tekanan politik dan ekonomi. Perusahaan besar dan lembaga internasional dapat menentukan siapa yang boleh mendapat suplai makanan dan siapa yang diboikot.
Inilah gambaran boikot pangan dan air di era Dajjal, ketika mereka yang tidak tunduk akan dikucilkan dari sistem ekonomi global. Dalam konteks modern, bisa jadi itu berupa blokade digital, mata uang terkontrol, atau larangan akses terhadap sumber daya dasar bagi yang tidak tunduk kepada sistem zalim dunia.
---
4. Banyak Orang Tertipu
Allah telah memperingatkan dalam Al-Qur’an:
> “Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.”
(QS. Al-An’am: 116)
Kebanyakan manusia akan tertipu oleh fitnah ini. Mereka akan menyembah sains dan teknologi, bukan Allah. Mereka akan meyakini kebenaran hanya karena "tampak masuk akal" atau “divalidasi sistem digital”.
Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Akan datang suatu zaman di mana orang beriman menjadi sedikit, dan fitnah menyebar seperti malam yang gelap gulita.”
(HR. Ahmad)
Maka di masa itu, hanya orang-orang yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah yang akan selamat.
---
5. Makanan Umat Islam pada Zaman Dajjal: Zikir kepada Allah
Saudaraku, di tengah paceklik dan kelaparan yang dibawa Dajjal, umat Islam akan diuji. Dunia akan menjadi gelap, air dan makanan langka, bahkan orang beriman akan disiksa karena menolak tunduk pada kekuasaan Dajjal.
Namun Rasulullah ﷺ telah mengabarkan bahwa Allah akan memberikan jalan keluar yang luar biasa bagi orang beriman: zikir akan menjadi makanan dan minuman mereka.
Dalam sebuah riwayat disebutkan:
> “Ketika Dajjal muncul dan manusia tertimpa kelaparan, maka zikir kepada Allah: ‘Laa ilaaha illallah’, ‘Subhanallah’, ‘Alhamdulillah’, dan ‘Allahu Akbar’ akan menjadi makanan dan minuman bagi orang beriman.”
(HR. Ibnu Majah dan Ahmad, sebagian ulama menilai sanadnya hasan li ghairihi)
Betapa agungnya rahmat Allah! Saat seluruh dunia terancam kelaparan, Allah memberi kekuatan rohani kepada hamba-Nya yang beriman. Zikir kepada Allah menggantikan energi fisik, menenangkan jiwa, dan memberi ketahanan luar biasa.
Zikir bukan hanya kata di lisan, tetapi sumber kekuatan spiritual dan biologis. Dalam dunia sains, kita tahu bahwa manusia bisa bertahan hidup lebih lama dengan ketenangan, keikhlasan, dan energi batin. Namun dalam konteks iman, ini adalah mukjizat bagi orang beriman — tanda kasih sayang Allah kepada mereka yang tetap setia di masa fitnah terbesar.
Maka di masa Dajjal, ketika makanan dikuasai dan air diboikot, umat Islam akan hidup dengan zikir, menegakkan shalat, berdoa, dan bertawakal kepada Allah semata.
---
6. Turunnya Nabi Isa ‘Alaihissalam
Allah berfirman:
> “Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar akan menjadi tanda bagi datangnya hari kiamat, maka janganlah kamu ragu tentangnya dan ikutilah Aku, inilah jalan yang lurus.”
(QS. Az-Zukhruf: 61)
Ketika fitnah Dajjal mencapai puncaknya dan dunia tenggelam dalam kegelapan, Allah akan menurunkan Nabi Isa ‘Alaihissalam sebagai penyelamat dan penegak kebenaran.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Isa putra Maryam akan turun di menara putih di sebelah timur Damaskus. Ia mengenakan dua pakaian yang dicelup minyak, tangannya bertumpu pada dua malaikat. Ia akan memburu Dajjal dan membunuhnya di gerbang Ludd.”
(HR. Muslim dan Abu Dawud)
Setelah Dajjal dibinasakan, bumi akan kembali damai. Keimanan akan tegak, keadilan ditegakkan, dan bumi kembali makmur. Isa ‘Alaihissalam akan memerintah berdasarkan syariat Nabi Muhammad ﷺ, bukan membawa agama baru.
---
7. Khilafah Berdiri Kembali
Setelah turunnya Nabi Isa dan hancurnya kekuatan Dajjal, Khilafah Islamiyah akan tegak kembali. Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Kemudian akan ada masa Khilafah yang berjalan di atas manhaj kenabian.”
(HR. Ahmad)
Khilafah ini bukan sekadar sistem pemerintahan, melainkan simbol kembalinya keadilan dan ketaatan kepada Allah. Umat Islam akan hidup damai, makmur, dan berilmu. Ilmu pengetahuan akan digunakan untuk kebaikan, bukan untuk menipu manusia.
Bumi akan dipenuhi berkah, hujan turun dengan rahmat, dan hasil bumi melimpah. Tidak ada lagi kelaparan, penindasan, atau ketakutan. Itulah masa kejayaan Islam setelah kegelapan panjang fitnah Dajjal.
---
Penutup: Menjaga Iman dan Ilmu di Zaman Fitnah
Saudaraku, fitnah Dajjal bukan sekadar kisah masa depan — tetapi peringatan yang sudah mulai terasa hari ini. Dunia semakin dikuasai sistem yang mengandalkan teknologi, sensor, dan kekuasaan yang bisa mengontrol seluruh umat manusia.
Maka benteng kita hanyalah iman, ilmu, dan zikir.
1. Perkuat iman dan ibadah. Jadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman utama.
2. Kuasi ilmu dan teknologi. Agar kita tidak menjadi umat yang mudah diperdaya oleh rekayasa sains.
3. Perbanyak zikir dan doa. Karena itulah “makanan dan perlindungan” sejati bagi umat Islam di masa fitnah.
4. Jaga ukhuwah dan solidaritas. Umat Islam harus saling tolong menolong, bukan saling menjatuhkan.
Rasulullah ﷺ menutup dengan doa:
> “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.”
(HR. Muslim)
Semoga Allah menjaga kita dari tipu daya Dajjal, meneguhkan hati kita dalam iman, memberi rezeki halal di masa sulit, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang menyambut turunnya Nabi Isa dengan keimanan yang teguh.
Amin ya Rabbal ‘alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar