Cara Kerja dan Sistem Dajjal: Pelajaran dari Dunia Modern

Pendahuluan


Di tengah dunia yang semakin kompleks dan penuh tipu daya, manusia diingatkan oleh Al-Qur’an dan Hadits untuk senantiasa waspada terhadap fitnah besar yang akan muncul menjelang akhir zaman, yaitu Dajjal. Dajjal adalah simbol kekuatan fitnah yang menyesatkan umat manusia dari jalan Allah, dan sistem kerjanya bukan hanya bersifat spiritual, tetapi juga sosial, politik, dan ekonomi.


Al-Qur’an dan Hadits memberikan gambaran nyata mengenai modus operandi Dajjal, termasuk bagaimana ia akan menggunakan kekuatan propaganda, manipulasi, dan tekanan sosial untuk menundukkan manusia. Fenomena ini dapat kita lihat dalam skala modern, misalnya dalam bentuk double standard internasional yang terlihat pada boikot organisasi PBB dan FIFA terhadap Rusia, sementara isu serupa di wilayah lain seperti Israel sering diabaikan. Hal ini menjadi cerminan kecil dari cara kerja Dajjal: memilih mana yang sesuai kemauannya, sementara yang menentang hidup dalam kesengsaraan.



---


1. Identitas Dajjal dalam Al-Qur’an dan Hadits


Al-Qur’an tidak menyebutkan nama Dajjal secara eksplisit, namun dalam Hadits Nabi Muhammad SAW, Dajjal dijelaskan sebagai sosok yang membawa fitnah besar bagi umat manusia:


> “Tidaklah telah diciptakan seorang nabi sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad kecuali mereka memperingatkan umatnya dari Dajjal.” (HR. Muslim)




Dajjal digambarkan sebagai pemimpin yang penuh tipu daya, mampu menipu manusia dengan kekuatan luar biasa, termasuk kemampuan memperlihatkan hal-hal yang menakjubkan dan menciptakan ilusi seolah-olah ia adalah Tuhan. Sistemnya bersifat terstruktur dan berfokus pada penundukan manusia melalui ketakutan, keserakahan, dan manipulasi informasi.



---


2. Cara Kerja Dajjal: Sistem Manipulasi dan Tekanan Sosial


a. Pengendalian Informasi dan Propaganda


Dajjal akan menguasai sistem komunikasi manusia, menyebarkan informasi palsu, dan menutupi kebenaran. Ini sesuai dengan Hadits:


> “Dajjal memiliki kekuatan luar biasa untuk menipu manusia; ia akan menampakkan surga dan neraka palsu, sehingga orang-orang bodoh akan tertipu.” (HR. Bukhari dan Muslim)




Fenomena ini terlihat dalam praktik modern ketika media digunakan untuk membentuk opini publik secara selektif, misalnya menonjolkan satu konflik internasional, namun menutup konflik lainnya yang seharusnya mendapat perhatian serupa.


b. Double Standard dan Keadilan yang Palsu


Salah satu ciri khas sistem Dajjal adalah double standard: ia menegakkan aturan hanya bagi mereka yang tidak sejalan dengan kehendaknya, sementara membiarkan atau bahkan mendukung pihak yang bersikap pro terhadapnya. Contoh nyata di dunia modern dapat dilihat dari boikot internasional:


Boikot Rusia oleh PBB dan FIFA karena konflik tertentu, sementara isu pelanggaran di wilayah lain seperti Israel sering diabaikan.


Ketidakadilan ini menimbulkan penderitaan bagi pihak yang tidak mematuhi “aturan” Dajjal versi dunia modern.



Fenomena ini adalah gambaran mini dari modus operandi Dajjal: mengatur dunia berdasarkan kemauannya, bukan keadilan.


c. Penekanan Terhadap yang Tidak Patuh


Hadits menjelaskan bahwa Dajjal akan menekan siapa saja yang menolak untuk tunduk kepadanya:


> “Barangsiapa mendengar kabar Dajjal, maka hendaklah ia berlindung kepada Allah dari fitnahnya, karena sesungguhnya ia membawa kesengsaraan bagi yang menentangnya.” (HR. Muslim)




Di dunia modern, bentuk “kesengsaraan” ini bisa berupa sanksi ekonomi, tekanan politik, atau pengucilan sosial—mirip dengan prinsip yang digunakan oleh Dajjal, meskipun dalam bentuk yang lebih global dan terselubung.



---


3. Sistem Dajjal: Strategi Menundukkan Umat


Dari Hadits dan pengamatan dunia modern, ada beberapa strategi yang digunakan Dajjal:


a. Ilusi Kesejahteraan dan Kekuasaan


Dajjal akan menampilkan dirinya sebagai sumber kesejahteraan, kekuasaan, dan keajaiban duniawi. Ia memanfaatkan keserakahan manusia untuk menundukkan mereka. Hadits Nabi menjelaskan:


> “Dajjal mempunyai surga dan neraka; surga yang ia perlihatkan adalah neraka, dan neraka yang ia perlihatkan adalah surga.” (HR. Muslim)




Di dunia nyata, sistem ekonomi global terkadang menipu manusia dengan kemakmuran yang bersifat semu, sehingga banyak orang rela meninggalkan prinsip moral untuk keuntungan sesaat.


b. Manipulasi Politik dan Organisasi Global


Dajjal juga menggunakan lembaga-lembaga sosial dan politik untuk memperkuat pengaruhnya. Contohnya, ketika organisasi internasional memboikot satu negara tapi diam terhadap pelanggaran negara lain, hal ini menimbulkan ketidakadilan dan penderitaan bagi yang dianggap menentang sistem global. Fenomena ini mirip dengan Hadits:


> “Dajjal akan menindas umat manusia yang tidak tunduk pada kemauannya, dan ia membiarkan mereka yang menurut padanya.”




c. Pemisahan dan Polaritas Manusia


Sistem Dajjal bekerja dengan membagi manusia menjadi kelompok-kelompok: yang tunduk dan yang menolak. Mereka yang menolak akan mengalami kesengsaraan, tekanan, dan kebingungan. Dunia modern menunjukkan hal serupa dalam bentuk sanksi politik, perang informasi, dan tekanan ekonomi terhadap negara atau individu yang tidak sejalan dengan kekuatan global tertentu.



---


4. Pelajaran dari Dunia Modern: Peringatan untuk Umat


Fenomena modern seperti boikot Rusia oleh PBB dan FIFA dapat menjadi cerminan sistem Dajjal. Meski terlihat sebagai langkah moral atau politik, hal ini memperlihatkan double standard yang mirip dengan cara kerja Dajjal:


Menegakkan “aturan” hanya terhadap yang tidak sejalan.


Mengabaikan pelanggaran yang seharusnya sama-sama mendapat sanksi.


Menimbulkan kesengsaraan bagi pihak yang tidak tunduk pada sistem tersebut.



Umat Islam diingatkan untuk selalu mengutamakan kebenaran dan keadilan dari Allah, bukan hanya mengikuti norma sosial atau politik yang bersifat duniawi dan manipulatif.



---


5. Cara Menghadapi Sistem Dajjal


Al-Qur’an dan Hadits memberikan pedoman bagi umat untuk menghadapi fitnah Dajjal:


1. Berpegang Teguh pada Aqidah


> “Barangsiapa yang membedakan antara yang haq dan yang batil dengan iman, maka ia aman dari fitnah Dajjal.”





2. Memperbanyak Doa dan Perlindungan

Nabi Muhammad SAW mengajarkan doa berikut untuk berlindung dari fitnah Dajjal:


> “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Dajjal dan dari segala kejahatan yang menyerupainya.”





3. Menguatkan Komunitas dan Persaudaraan

Bersama komunitas yang kuat, umat lebih mampu menahan tekanan sosial dan politik, serta tidak mudah terhasut oleh propaganda.



4. Menjaga Keadilan dan Moralitas

Tidak mengikuti sistem yang menindas atau berlaku tidak adil, sekalipun hal tersebut dipaksakan oleh tekanan global.





---


Kesimpulan


Dajjal bukan hanya sosok spiritual, tetapi juga sistem fitnah yang menipu, menindas, dan memisahkan manusia. Sistemnya bekerja melalui propaganda, double standard, manipulasi politik, dan penekanan terhadap yang menolak. Fenomena dunia modern, seperti boikot selektif PBB dan FIFA, menjadi gambaran kecil dari cara kerja Dajjal: mereka yang menentang kemauannya akan hidup dalam kesengsaraan.


Al-Qur’an dan Hadits mengajarkan kita untuk senantiasa waspada, menjaga iman, dan menjunjung tinggi keadilan, agar tidak terjerat dalam sistem Dajjal. Dunia mungkin menawarkan kemakmuran, kekuasaan, dan popularitas, tetapi keselamatan abadi hanya diperoleh melalui ketaatan kepada Allah dan menjauhi tipu daya Dajjal.


Dengan memahami sistem Dajjal dan mengaitkannya dengan fenomena dunia modern, umat Islam dapat lebih siap menghadapi fitnah besar ini, menjaga iman, dan tetap berada di jalan Allah, meskipun tekanan dan kesengsaraan duniawi datang menghampiri.

Tidak ada komentar:

Tabayyun dalam Sejarah: Meluruskan Tuduhan bahwa Kerajaan Saudi Arabia adalah Bentukan Zionis melalui Lawrence of Arabia dan Imam Muhammad ibn ʿAbd al-Wahhab

  Pendahuluan: Di Tengah Banjir Informasi, Di Mana Posisi Umat Islam? Dalam beberapa tahun terakhir, umat Islam di berbagai belahan dunia—t...